Pamit
5/18/2017 08:35:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
Sajak
,
Sastra
,
0 Comments
Aku Pamit…
Kamu pernah ada di berjuta-juta gigabyte memori dalam otakku. Kamu pernah riuh kusebutkan dalam doa. Pernah juga kurapalkan namamu dalam tiap desah dan cuaca. Aku Pamit untuk tidak lagi melakukan rutinitas ini.
Aku pernah mencungkil perhatianmu dengan berusaha membuatmu tertarik. Untuk memberi isyarat, “Hei, lihatlah kesini. Ada aku yang memperhatikanmu. Mengagumimu sekian lama, puluhan musim. Kali ini aku pamit untuk tidak lagi melakukannya.
Ini Tentang Kita, Bukan Tentang Apa yang Mereka Katakan
5/08/2017 09:23:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
Dua orang yang saling mencintai tetaplah dua orang yang memiliki kehidupan masing-masing. Sebagaimana aku dengan kesibukanku, dan kamu dengan kesibukanmu. Sebagaimana kamu memiliki sahabat dekat, dan aku memiliki kawan dekat. Kita bisa menjalani kehidupan berbeda kita, meski kita sama-sama jatuh cinta. Namun di sini, ketika hanya ada aku dan kamu, maka ini menjadi tentang kita saja.
Aku senang, ketika kamu menghabiskan libur akhir pekan dengan berjalan-jalan seharian dengan sahabatmu. Tertawalah bersamanya, nikmati setiap momen persahabatan kalian yang berkesan. Bahkan ketika kamu harus curhat sepanjang malam dengan sahabatmu, lagi-lagi aku tidak keberatan. Sesama perempuan memang harus saling berbagi cerita. Aku tidak mengatakan itu sama dengan Bergosip. Kadang, bagi sebagian perempuan, cara yang baik mengaktualisasi diri adalah dengan saling curhat. Benar tidak?
Lalu apakah kamu tidak keberatan kalau aku menghabiskan satu-dua malam dengan nongkrong bersama teman-teman? Kamu jangan khawatir, paling aku hanya menonton pertandingan sepak bola, lalu menghabiskan beberapa gelas kopi, kacang dan juga gorengan. Atau kami hanya akan duduk melingkar sambil main kartu atau berdiskusi tentang siapa yang paling pantas jadi Gubernur tahun depan. Kadang kami juga ngobrol santai membahas apa saja hingga kami tertawa, menertawakan diri sendiri. Itu yang kulakukan bersama teman-teman. Tetapi kalau waktunya tiba, saat rindumu memanggilku. Aku di sini, meninggalkan semua hiruk-pikuk itu untuk menujumu. Jadi, sesibuk-sibuknya, aku akan tetap mengutamakanmu. Karena ini bukan persoalan mana yang lebih penting antara kamu dengan mereka. Tetapi ini tentang kita. Kalau bicaranya sudah 'Tentang Kita', maka itu sama artinya dengan bicara tentang masa depan. Dan aku rela meninggalkan semua sibukku hanya untuk menukarnya dengan ribuan detik berharga bersamamu.
Maafkan Aku yang Dulu, Nay!
2/02/2017 11:45:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
‘Di balik Pria sukses selalu ada wanita hebat di belakangnya’, kalimat itu benar sekali, Nay. Lihatlah, meski belum benar-benar menjadi sukses, setidaknya aku mengerti dan benar-benar memahami sekarang bahwa quote itu bukan omong kosong belaka.
Kamu adalah orang yang paling cerewet di masa-masa kuliah dulu. Aku ingat, kamu berseru sebal setiap kali aku mengabaikan tugas akhirku. Kamu adalah orang yang paling sering mengingatkan setiap hari, mengomeliku kalau aku malas menemui dosen pembimbing, atau bosan berkutat dengan laptop, buku-buku dan penelitian. Katamu, “mau kapan selesainya coba, kalau kamu malasan-malasan begini ngerjain skripsinya, hah?”. Aku mengerti, Nay, kalau omelanmu itu akan berefek baik bagi kecepatan mengerjakan skripsiku. Dan ajaib, Nay, aku bisa menyelesaikan tugas akhirku yang menyebalkan itu seperti yang kamu harapkan. Sudah skripsinya menyebalkan, caramu menyemangatiku juga menyebalkan. Namun oleh sebab itu aku bisa lebih giat akhirnya.
Setelah aku lulus, apakah kamu berhenti menghardikku?, ah maksudku, berhenti mengomeliku? Tidak. Aku tahu bahwa tugasku sebagai laki-laki belum selesai. Kehormatan bagi laki-laki yang baru lulus tentu saja mendapatkan pekerjaan sesegera mungkin. Aku ingat, entah serius atau bercanda kamu pernah berujar, “bagaimana bisa menikahiku kalau kamu masih pengangguran? Menikah itu mahal, Bang, ada listrik yang harus dibayar, ada susu dan popok yang harus dibeli, dan tentu saja, keperluan kosmetikku menjadi tanggungjawabmu”. Dan aku mendengus sebal demi menerima kalimat darimu. Tetapi kamu benar, Nay, untuk membangun keluarga, aku harus bekerja lebih keras agar besok lusa kita bukan saja hanya memiliki keluarga sakinah, tetapi juga bermartabat.
Suatu Hari Nanti
Suatu hari nanti...
Mungkin akan ada seseorang yang akan dengan senang hati berjalan bersisian denganku. Menggenggam tanganku, menyejajari langkahku sambil berkata, "aku akan menemanimu kemana saja, my man. Tentu saja"
Suatu hari nanti....
Mungkin akan ada seseorang yang mau kurepotkan berkali-kali. Akan selalu ada untuk membereskan meja kerjaku. Akan selalu tersedia untuk membuatkan secangkir kopi hangat, bahkan menyiapkan air panas untuk kupakai mandi. Dan dia melakukannya dengan penuh cinta.
Suatu hari nanti....
Mungkin akan ada seseorang yang tiba-tiba memelukku dari belakang sambil mengagetkanku. Menyebalkan, tetapi menjadi sangat menyenangkan kalau dia yang melakukan.
Aku Ingin Menjalani Cinta yang Sederhana
7/18/2016 12:18:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
Puisi
,
Sastra
,
0 Comments
Aku ingin menjalani cinta yang sederhana, semisal mengajakmu duduk di sekitar angkringan jalan malioboro, sembari mendengar alunan musik panggung jalanan. Bersama menyeruput kopi joss atau menikmati hangatnya susu jahe di tengah hingar-bingar dan riuhnya kota jogja.
Aku ingin menjalani cinta yang sederhana. Cukup dengan kamu mendengar aku bercerita, lalu tertawa. Atau giliran aku yang mendengarmu bercerita, dan lagi-lagi tertawa.. Walau lagi-lagi di antara percakapan-percakapan menyenangkan kita, hanya ada sego kucing dan wedang uwuh kesukaanmu. Tidak apa-apa. Karena percuma jika di restoran mewah bukan? Kalau di sini ternyata kamu, aku, kita, lebih menikmati setiap sepermili detik momen-momen kebersamaannya.
Untuk Seseorang yang Tak Bisa Kubahagiakan
5/23/2016 11:06:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
Tak Bisakah Kita Bertahan Dulu?
5/06/2016 10:36:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
Aku juga senang menatap layar handphone-ku, menemukan notifikasi dengan tulisan namamu ketika ada pesan Whatsapp, BBM, atau Line yang masuk, termasuk juga ketika mendengar dering telepon, dan itu datangnya darimu. Tapi tidak akan semenyenangkan itu lagi, karena setiap kali aku membukanya, menatap layar handphone berkali-kali, dan itu bukan namamu lagi.
Aku Pernah Mencintai Gadis Ini
Aku rasa, kita akan merindukan saat ini suatu hari nanti. Duduk di satu meja diiringi alunan musik yang memanjakan telinga. Bersama menyeruput kopi lalu bercerita sepanjang malam, dan tertawa setiap kali ada hal lucu yang kita bahas bersama. Aku suka mendengarmu bercerita. Kadang, untuk memperjelas suatu cerita, kamu seperti menggambar di suatu meja dengan jarimu, dan aku pun jadi bisa memahami deskripsi cerita yang kamu gambarkan, kemudian lagi-lagi tertawa. Aku juga suka mendengarmu tertawa. Pada tiap keriangannya, kerenyahannya, semuanya. Dan setiap suaramu yg terdengar di telinga, aku merekamnya dalam memori terbaik di otakku untuk kuputar kapan saja setiap kali aku menginginkannya. Lalu aku akan menyebut berulang namamu di hatiku. Iya, berulang. Tetapi kamu tak akan mendengarnya. Karena semua hanya terjadi di hatiku.
Seseorang yang Tidak Sama Lagi
2/27/2016 02:35:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Sudah tidak ada gunanya lagi di sini, tempat ternyaman yang pernah tercipta karena kita saling membutuhkan. Saling mencari lantaran salah satunya tak memberi kabar. Saling rindu, hingga rindu itu terjelaskan dari tatap yang beradu setelah bertemu.
Sudah tidak ada gunanya lagi di sini, tempat yang membuatku selalu ingin pulang dan kembali. Kini sudah hambar sekarang. Dan sekarang nyatanya aku masih tetap di sini, bukan bermaksud ingin bertahan lebih lama, lebih karena takut untuk memutuskan pergi.
Saat Kita Menua Bersama
11/25/2015 12:44:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
Terus Memperjuangkan
11/11/2015 01:50:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Inspiratif
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
Kesalahan Pertama dan Terbesar
9/20/2015 10:23:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Saat Kita Menemukan Bahagia Sendiri-sendiri
9/12/2015 09:46:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
Tidak apa, memang begitu seharusnya. Saat kamu bersama kebahagiaanmu. Aku pun sudah menemukan kebahagiaanku sekarang. Aku malu sekali jika mengingat hari itu, hari di mana aku mendapati betapa keras kepalanya diriku, merasa yakin sekali bahwa tanpamu tidak akan ada lagi bahagia. Bahwa jika bukan bersamamu, apalah artinya bersama dengan yang lain. Dan mengklaim, bahwa hanya kamu satu-satunya di dunia yang bisa membuat hatiku jatuh hingga tak ingin kuambil lagi. Hanya kamu satu-satunya yang akan kucintai tanpa pernah selesai.
Cerah dalam Cinta
3/02/2015 05:37:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
Buku Inspiratif
,
cinta
,
masterpiece
,
Resensi
,
0 Comments
- Kirimkan SMS/WA ke 0838 7884 5946, sebutkan jumlah buku yang dipesan NAMA, dan ALAMAT. Contoh SMS: Pesan 3 buku CDC, pemesan Riski, Alamat Jl. Lembang VII, RT 01/05, Ciledug, Tangerang
- Kami akan reply berisikan total harga buku+ongkos kirim (kami menggunakan paket reguler JNE). Umumnya, 1 kilogram bisa untuk 4 buku, pemesanan 1 buku tetap dianggap 1 Kg (dibulatkan pihak JNE). Untuk memudahkan perhitungan, maka kami selalu memakai patokan 4 buku = 1 kg. Agar ongkirnya efisien, kami selalu menyarankan pesan dengan kelipatan 4 buku.
- Setelah menerima sms konfirmasi, Pemesan melakukan transfer sesuai sms yg kami kirimkan ke Bank BRI, rek: 1511-01-004831-50-0 a.n. Abdurahman atau BSM (syariah Mandiri) 704-2075-358, a.n. Abdurahman
Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. (Tere Liye, Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah)
Sebelum Sejauh Matahari, Kita Pernah Sedekat Nadi
1/27/2015 02:26:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
2 Comments
Hingga Akhirnya Ada Dia
10/22/2014 12:06:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Yang Membuatmu Nyaman, Belum Tentu Mencintaimu
10/16/2014 01:47:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Untukmu dan Untukku
9/29/2014 11:23:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Maukah kamu berada satu shaf di belakangku?
8/13/2014 10:39:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
4 Comments







