Pamit
5/18/2017 08:35:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
Sajak
,
Sastra
,
0 Comments
Aku Pamit…
Kamu pernah ada di berjuta-juta gigabyte memori dalam otakku. Kamu pernah riuh kusebutkan dalam doa. Pernah juga kurapalkan namamu dalam tiap desah dan cuaca. Aku Pamit untuk tidak lagi melakukan rutinitas ini.
Aku pernah mencungkil perhatianmu dengan berusaha membuatmu tertarik. Untuk memberi isyarat, “Hei, lihatlah kesini. Ada aku yang memperhatikanmu. Mengagumimu sekian lama, puluhan musim. Kali ini aku pamit untuk tidak lagi melakukannya.









