• Imagen 1 Resensi Negeri 5 Menara
    Tidaklah sulit mengenali sebuah novel berkualitas. Sebuah logo pada sampul depan bertuliskan BEST SELLER dan berbagai opini positif dari para tokoh terkenal

Penelitian ilmiah: Pengaruh yang menakjubkan dari bacaan al Qur’an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya.



Arrahmah.com) - “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an…”.
Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Profesor Neurosains Masuk Islam Setelah Meneliti Keajaiban Sujud

R. FIDELMA O’Leary mendapatkan penghargaan Woman of Spirit tahun 2012. Ia adalah seorang Professor Biologi di Universitas St. Edward di Austin, Texas, AS.

  
Wanita asli Texas yang berprofesi sebagai Professor Neurosains di Universitas Texas ini, telah menemukan kedamaian dalam islam. Dr Fidelma, yang juga sebagai seorang Dokter Neurologi di sebuat rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Satu hal yang membuat dia terpukau adalah ketika mengetahui bahwa terdapat beberapa urat syaraf manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara normal.

Kala Cinta Harus Memilih




Alkisah, ada seorang gadis bernama Cinta yang berasal dari negeri merah jambu.

Siang itu Cinta, raja dan permaisuri tengah menerima beberapa pemuda yang hendak melamar Cinta sebagai istri mereka.

Raja memanggil pemuda pertama, raja bertanya

,”Siapa namamu wahai anak muda?”

“Nama saya materi paduka,” jawab pemuda itu

“Hmm…. apa maksud kedatanganmu kemari wahai materi?”

“Hamba ingin melamar putri paduka raja, yaitu Cinta,” jawab nya

“Aku ingin tahu, sebagai ayah, apa yang akan kau lakukan kelak, jika Cinta menerima lamaranmu?” tanya sang raja kembali

“Paduka raja yang mulia, paduka tidak perlu khawatir, hamba akan memberikan apa saja yang Cinta minta, mobil, rumah, apartemen, tabungan, pakaian yang indah, semua akan hamba penuhi. Bahkan, hamba akan membangun sebuah istana yang lebih indah dan lebih besar dari pada istana ini dan Cinta akan hamba ajak berkeliling dunia,” materi menjawab dengan panjang lebar.

Untuk Wanita, Menarik jika dipikirkan.

Saya mengawali tulisan ini dengan sebuah penekanan bahwa “saya bukan laki-laki sempurna  yang lancang memberi penilaian pada wanita” tidak juga mengusung tema “lelaki pemerhati wanita”. Tetapi benar tulisan ini saya dedikasikan untuk para kaum wanita (sahabat & teman wanita saya, kakak & adik perempuan, saudara, tetangga serta para kaum wanita dimana pun berada)
Berbicara mengenai wanita tentu berbicara tentang keindahan, kecantikan, kelembutan, keanggunan dan segala hal yang tak jauh dari keelokan. Ya, karena semua itu mutlak milik wanita, dan laki-laki tentu saja menjadi pengagum kelas wahid bagi para wanitanya.
Wanita adalah sumber inspirasi bagi banyak pria. Ia bisa saja mendadak menjadi objek puisi yang menakjubkan, menjadi ribuan lagu cinta yang mengesankan, atau bahkan menjadi inspirasi bagi kisah novel yang mengharu biru dan menggugah perasaan. Wanita adalah simbol kesempurnaan, keindahan, kelembutan sekaligus kekuatan. Tanpa wanita, barang kali lelaki bukan apa-apa.
Di dalam islam, tidak tanggung-tanggung wanita di posisikan dalam singgasana yang sangat terhormat.  Bagaimana tidak, di daam Al-Quran terdapat surat Annisa (wanita) tetapi tidak terdapat surat Ar-Rijaal (laki-laki). Dan Rasulullah menyebut tiga kali ketika ditanya siapa orang yang harus dihormati, yaitu ibumu, ibumu, ibumu. Dan hanya menyebut Ayahmu satu kali saja. Dalam berbagai literatur tidak sedikit penjelasan mengenai wanita yang merupakan makhluk Tuhan yang mulia.

Hal-hal Ajaib dari orang-orang yang tidak bisa mengendalikan perasaan




Hal-hal yang  'ajaib' dari orang-orang yg tidak bisa mengendalikan perasaan itu misalnya:

  1)   Sibuk mengisi quiz apakah dia suka padaku. Mulai dari yg simpel seperti mencocokkan nama, coret-coret huruf yg sama, berapa sisanya, hingga yg canggih, alat menghitung kecocokan di internet, masukkan nama sendiri dan nama yg ditaksir, enter, hasilnya keluar. Tertawa riang kalau kesimpulannya bagus, dan senyum getir kecewa kalau kesimpulannya jelek. Ajaib sekali, padahal jelas-jelas apa pula gunanya kalau kesimpulannya jodoh banget.

  2) Sibuk mengawasi akun jejaring sosial yg ditaksir. Diintip-intip, diamati, dinilai-nilai. Pasang status cari perhatian. Pengin banget ada aplikasi 'siapa yg melihat profileku' biar tahu apakah yang ditaksir juga melihat profilenya. Sibuk banget. Padahal yg ditaksir, justeru sedang tebar pesona melihat profile dua, tiga, empat orang lain, sama sekali idak peduli. nungguin dia OL sepanjang malam, aduhai, pas dia OL, malah keringat dingin, kecut.

  3)  Berharap bertemu di manalah sama yg ditaksir, sudah dandan keren, kecewa berat saat nggak ketemu, tapi pas benaran ketemu malah melipir macam layangan putus, tidak berani bilang “hai” sepotong kata. Ajaib kan, padahal yg ditaksir itu boleh jadi melihat pun tidak. Senang melihat genteng rumahnya, sumringah melihat jendela kelasnya, bolak-balik macam setrikaan nyari perhatian, ck, ck

Menantimu



Aku menantimu bertahun-tahun
Merapalkan namamu di tiap desah dan cuaca
Menunggui hadirmu di sepanjang detak-detik waktu
Kau yang masih samar…

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme