• Imagen 1 Resensi Negeri 5 Menara
    Tidaklah sulit mengenali sebuah novel berkualitas. Sebuah logo pada sampul depan bertuliskan BEST SELLER dan berbagai opini positif dari para tokoh terkenal
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Aku Ingin Menjalani Cinta yang Sederhana

Aku ingin menjalani cinta yang sederhana, semisal mengajakmu duduk di sekitar angkringan jalan malioboro, sembari mendengar alunan musik panggung jalanan. Bersama menyeruput kopi joss atau menikmati hangatnya susu jahe di tengah hingar-bingar dan riuhnya kota jogja.

Aku ingin menjalani cinta yang sederhana. Cukup dengan kamu mendengar aku bercerita, lalu tertawa. Atau giliran aku yang mendengarmu bercerita, dan lagi-lagi tertawa.. Walau lagi-lagi di antara percakapan-percakapan menyenangkan kita, hanya ada sego kucing dan wedang uwuh kesukaanmu. Tidak apa-apa. Karena percuma jika di restoran mewah bukan? Kalau di sini ternyata kamu, aku, kita, lebih menikmati setiap sepermili detik momen-momen kebersamaannya.

Bahagia itu Sederhana


Bahagia itu sederhana
Sesederhana sapamu setiap pagi, yang menjadi pertanda bahwa kita akan terus bercengkrama sepanjang hari. Dan kita lupa menghentikan percakapan-percakapan ini sampai kemudian hari esok datang lagi.

Bahagia itu sederhana
Sesederhana kamu yang mengingatkanku, “jangan lupa makan, ya”.  Yang pesan itu kuartikan sebagai tanda bahwa kamu  menginginkan aku tetap baik-baik saja.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana kalimat yang kamu ucapkan padaku tadi malam, “selamat tidur, mimpi indah ya”. Yang efeknya membuat tidurku dipenuhi mimpi-mimpi menakjubkan ; mimpi tentangmu salah satunya.

Atas Pilihanmu, Aku Baik-baik Saja

Tak ada yang salah atas pilihan
Pilihan untuk menerima atau menolak
Pilihan untuk pergi atau menetap
Bahkan pilihan untuk menyambut atau mengabaikan

Aku baik-baik saja
Sebaik kemantapan hatimu atas pilihanmu
Aku baik-baik saja
Sama baiknya seperti saat kita belum saling mengenal
Aku baik-baik saja
Selama kebahagiaan adalah muara putusannmu

Mengapa tak katakan saja!



Mengapa tak katakana saja!
Saat kau  mendambanya
Dia yang menawan
Namun terlalu tinggi bagimu
Hingga tanganmu tak mampu menggapai

Mengapa tak katakana saja!
Saat kau memimpikannya
Dia yang indah
Namun terlalu semu bagimu
Hingga mimpimu hanyalah sebatas angan

Mungkin saja Cinta



Mungkin saja cinta
Saat matamu dan mataku berada
Dalam kelopak yang berbeda
Namun lebur dalam tatapan yang sama

Mungkin saja cinta
Saat mulutmu dan mulutku berada
Dalam raga yang berbeda
Namun  kerap mengucap doa yang sama

Mungkin saja cinta
Saat hatimu dan hatiku bertahta
Dalam tubuh yang berbeda
Namun riuh dalam gejolak rasa yang sama

Kau kemana saja, Nona?



Aku mencarimu…..
Ya.. dalam tiap tarikan nafas
Dalam tiap desah dan cuaca
Aku mencari jejakmu yang maya itu
Kau kemana saja , Nona?

Tahukah kau?
Pada wujud yang kutemui
Aku menerka dan dan bertanya
Mungkinkah itu kau
Atau hanya sosok absurd
Yang tak pernah kutunggu

Kau kemana saja, Nona?
Telah lama dan lelah aku mencarimu
Mungkinkah kau masih terasing di hati yang lain
Atau tersesat di labirin tanpa jalan keluar

Menantimu



Aku menantimu bertahun-tahun
Merapalkan namamu di tiap desah dan cuaca
Menunggui hadirmu di sepanjang detak-detik waktu
Kau yang masih samar…

Bagaimana aku memulainya?


Bagaimana aku memulainya?
Saat pertama kali melihatmu
Lalu tiba-tiba wujudmu terbangun kekal dalam imajiku

Bagaimana aku memulainya?
Saat tiba-tiba senyummu tertanam kokoh
Di jantung rinduku

Terkurung dalam dimensi ruang dan waktu



Dua insan yang terkurung dalam dimensi ruang dan waktu
Saling menatap dengan was-was
Menyematkan sebuah Tanya
Akankah keduanya melebur dalam satu?

Berjuta Rasanya

Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya
terlanjur bersemu merah, dada berdegup kencang,
keringat dingin di jemari
bahkan sebelum sungguhan berpapasan.


Untuk kita, yang merasa tidak cantik,
tidak tampan, selalu merasa keliru
mematut warna baju dan pilihan celana
jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan

Untuk Kita yang hanya berani menulis
kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan
lewat puisi-puisi, dan berharap
esok lusa ia akan sempat membacanya

Mimpi tentang Sebuah Dunia

saya mimpi tentang sebuah dunia
di mana ulama, buruh dan pemuda
Bangkit dan berkata, "stop semua kemunafikan".
"Stop semua pembunuhan atas nama apa pun"

Dan para politisi di PBB
sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras
buat anak-anak yang lapar di tiga benua
dan lupa akan diplomasi

Tikungan


Kisah itu kamu
Ketika semua kata
Merayap senyap
Dan diam-diam
Ku pahat wajahmu
Kekal
Di sepanjang tikungan
Hidupku yang sebentar

Helvy Tiana Rosa
                                                                                    Kemayoran, 1985
(Dalam bukunya, Mata ketiga Cinta)

Matamu


Matamu
Ya, matamu
Adalah tatapan rindu menggebu
Yang menyerbu pertahanan akalku

Matamu
Ya, matamu
Adalah tatapan yang menjelma bak anak panah
Yang tiada ampun menghujam pikirku tentangmu

Renungan dari Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan
Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

Jadilah Dirimu Saja

Tak usahlah kau menjadi jalan raya
Jadilah jalan setapak saja
Jalan setapak yang membentang menuju sumber mata air
Sumber mata air yang mampu hilangkan segala dahaga

Tak usahlah kau menjadi lautan
Jadilah setetes embun saja
Setetes embun yang tak pernah lupa menyambut pagi
Setetes embun yang memberi air kehidupan pada rerumputan

Muhasabah Cinta

Cinta menurutku tak berwarna
ia menjadi jingga
sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, merah, dan biru
sebagaimana kau menginginkannya
cinta bagiku
tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kemarahan dan kasih sayang
cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita
pada angan-angan dan mimpi yang abadi

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme