Yang Membuatmu Nyaman, Belum Tentu Mencintaimu



            Aku paham, bagaimana bahagianya kamu saat pergi bersamanya. Setelahnya, kamu bercerita padaku bahwa baru saja dia mengajakmu pergi entah kemanalah yang tentu saja berhasil  membuatmu berbinar bahagia. Aku pun mengerti, bagaimana menyenangkannya perasaanmu saat bisa berlama-lama berbincang apa saja dengannya. Karena yang aku tahu, dia selalu bisa membuatmu tertawa. Dia selalu sukses  membuatmu lupa waktu, sehingga obrolan tiga jam hanya terasa seperti lima menit saja. Aku tahu. Tahu semua limpahan perasaanmu kepadanya. Kau mencintainya, bukan? Dia yang menurutmu baik hati, dia yang katamu selalu bisa membuat suasana nyaman, dan dia yang memang sudah membuat hatimu jatuh ke dalam dekapannya. Dari mana aku tahu semuanya? Tentu saja dari ceritamu, dari binar matamu, dari gerak-gerik sikapmu, hingga dari suara hatimu yang bisa kutangkap.
            Masalahnya, aku pun mengenal dia. Bagaimana tidak? Dia kawanku juga. Celakanya, aku juga tahu bahwa dia tidak mencintaimu. Aku sangat tahu itu. Kalaupun dia bersedia pergi bersamamu, kalaupun dia rela berlama-lama berbincang denganmu, itu karena dia menganggap kamu sosok yang menyenangkan. Itu saja. Bahkan saat dia memujimu, bukan berarti dia menaruh hati padamu. Kadang memuji artinya memuji, tidak ada arti yang lain. Kamu salah mengerti, tetapi tidak apa. Bukankah hal semacam ini seringkali terjadi. Merasa Ge’er lantaran seseorang tersenyum manis kepada kita. Merasa yakin seseorang mencintai kita karena dia memberi perhatian. Maka dalam kasus ini, wajar saja kalau kamu merasa dia mencintaimu. Meski harus kukatakan sekali lagi, dia tidak mencintaimu.
            Tetapi sudahlah. Sudah cukup bagimu memupuk perasaan cinta kepadanya. Iya. Kamu pernah menemaninya bercerita berlama-lama hingga larut malam. Kamu pernah menemaninya pergi ke banyak tempat. Kamu sudah melakukan apa yang kamu bisa untuk membuatnya jatuh cinta. Tapi hentikan. Sudah cukup. Sekarang, waktunya kamu melepaskannya. Dia sudah punya kebahagiaannya, tanpa kamu harus membuatnya bahagia. Tanpa kamu pun, sekarang, sudah ada yang menemaninya bercerita berlama-lama.
            Yang perlu kamu lakukan sekarang hanyalah melupakannya, sambil meyakini bahwa ada cinta yang lain menunggumu. Kamu hanya perlu melihat ke arah lain, entah kemana pun itu. Kalau kamu hanya fokus kepada dia yang ternyata mengabaikanmu, maka kamu tidak akan pernah menemukan kebahagiaan di tempat yang lain.
            selengkapnya.......................................................................kita bertemu di buku Cerah dalam Cinta Saja Ya.............................................................................................................................................
...........................................................................................cerita lanjutannya ada di sana...........................


Abdurahman El-Farizy
Poris, Batuceper. kota Tangerang
Kamis, 16-10-2014 13:40 WIB

0 Response to "Yang Membuatmu Nyaman, Belum Tentu Mencintaimu"

Posting Komentar

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme