Terus Memperjuangkan
11/11/2015 01:50:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Inspiratif
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
Aku bisa saja terus mengucapkan selamat pagi kepadamu setiap hari sampai kamu bosan. Tetapi terus kulakukan hingga kemudian kamu terbiasa dan mulai menerimanya.
Aku bisa saja terus meneleponmu setiap ada kesempatan meskipun kamu enggan untuk mengangkatnya. Tetapi pada suatu ketika kamu bersedia bicara seadanya dan menjawab setiap pertanyaanku dari seberang telepon. Tidak apa jika kamu tidak balik bertanya. Bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaanku saja itu sudah cukup.
Aku bisa saja terus mengirimimu pesan BBM yang berisi kata-kata romantis hanya agar kamu tersipu ketika membacanya. Tidak kamu balas pun tak apa-apa. Asalkan kamu sempat membacanya untuk kemudian entah sampai kapan akan tiba waktunya, kamu dengan senang hati membalasnya.
Aku tentu saja bisa terus berusaha menemanimu kapan saja, meskipun kamu terlihat tidak terlalu menyukainya. Sampai kemudian entah di momen yg ke berapa, kamu mulai merasa lebih baik menerima kehadiranku.
Aku... tentu saja bisa dengan setia terus memupuk perasaan cinta kepadamu, meski aku tidak pernah tahu apakah kamu akan menjadi sinar mentari yang mampu menghangatkan setiap jengkal perasaanku agar tak pernah layu.
Aku bisa saja terus memperjuangkanmu sampai tidak ada lagi kata menyerah yang bisa kuucapkan..

















