Untuk Seseorang yang Tak Bisa Kubahagiakan
5/23/2016 11:06:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
Aku menulis, Maka dunia mengenalku..
Perspektif Cinta dari Mario Teguh
Resensi Negeri 5 Menara
Mencontoh Kepemimpinan dari Rasulullah
Jadilah Dirimu Saja
Biarin
5/23/2016 11:06:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
5/06/2016 10:36:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
0 Comments
Aku rasa, kita akan merindukan saat ini suatu hari nanti. Duduk di satu meja diiringi alunan musik yang memanjakan telinga. Bersama menyeruput kopi lalu bercerita sepanjang malam, dan tertawa setiap kali ada hal lucu yang kita bahas bersama. Aku suka mendengarmu bercerita. Kadang, untuk memperjelas suatu cerita, kamu seperti menggambar di suatu meja dengan jarimu, dan aku pun jadi bisa memahami deskripsi cerita yang kamu gambarkan, kemudian lagi-lagi tertawa. Aku juga suka mendengarmu tertawa. Pada tiap keriangannya, kerenyahannya, semuanya. Dan setiap suaramu yg terdengar di telinga, aku merekamnya dalam memori terbaik di otakku untuk kuputar kapan saja setiap kali aku menginginkannya. Lalu aku akan menyebut berulang namamu di hatiku. Iya, berulang. Tetapi kamu tak akan mendengarnya. Karena semua hanya terjadi di hatiku.
Saat masih bersamamu, aku seperti mengalami kejadian-kejadian yang ada di negeri dongeng. Selalu merasa lebih bahagia dari siapa pun, hingga aku bertanya dalam hati, apa benar ini dunia nyata? Tuhan mendesainnya indah sekali. Entah karena kamunya yang menjadi sebab, atau hatiku yang terlalu bahagia menerima kehadiranmu.
Saat masih bersamamu, aku tidak bisa tidak bahagia, termasuk ketika kamu dengan cekatan menyiapkan sarapan pagi untukku, termasuk ketika kamu menyodorkan minuman dingin persis di saat aku sedang merasakan haus yang amat sangat. Termasuk juga ketika kamu bersedia kuajak ke mana saja, lalu kita ciptakan momen-momen menyenangkan di sana, ngobrol berjam-jam di suatu kafe misalnya. Hanya hal-hal kecil, tetapi lebih dari cukup untuk membuatku merasakan senang tak terbilang.
2/27/2016 02:35:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments
Sudah tidak ada gunanya lagi di sini, tempat ternyaman yang pernah tercipta karena kita saling membutuhkan. Saling mencari lantaran salah satunya tak memberi kabar. Saling rindu, hingga rindu itu terjelaskan dari tatap yang beradu setelah bertemu.
Sudah tidak ada gunanya lagi di sini, tempat yang membuatku selalu ingin pulang dan kembali. Kini sudah hambar sekarang. Dan sekarang nyatanya aku masih tetap di sini, bukan bermaksud ingin bertahan lebih lama, lebih karena takut untuk memutuskan pergi.
Malam ini saja, izinkan aku mengucap terima kasih atas semua bahagia yang kamu ciptakan satu demi satu. Atas semua tawa yang tercipta dari ceplas-ceplosnya kamu. Atas setiap kejutan-kejutan yang kamu berikan dan membuatku tersanjung karenanya.
Malam ini saja, izinkan aku menatap binar matamu itu sambil berjanji, besok lusa kita masih akan tetap bersama melewati seberapa pun beratnya ujian di depan. Menghadapi serumit apa pun masalah demi masalah yang siap menghampiri kapan saja.
Malam ini saja, biarkan aku menggenggam jemarimu lekat. Memastikan bahwa bersamaku kamu tak akan kehilangan pegangan. Bahwa aku akan menuntunmu menuju Jannah-Nya. Karena ada surga yang tak bisa kumasuki, jika tanpamu.
11/25/2015 12:44:00 AM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
11/11/2015 01:50:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Inspiratif
,
masterpiece
,
Sastra
,
0 Comments
9/20/2015 10:23:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
cinta
,
fiksi
,
Sastra
,
0 Comments