• Imagen 1 Resensi Negeri 5 Menara
    Tidaklah sulit mengenali sebuah novel berkualitas. Sebuah logo pada sampul depan bertuliskan BEST SELLER dan berbagai opini positif dari para tokoh terkenal

Dalam sebuah pesta pernikahan, selalu saja ada yang terluka diam-diam



        Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin bercerita kisah ini padamu, kawan. Namun entahlah, kenapa baru hari ini aku benar-benar bercerita. Yang menjadi muasal cerita adalah kisah tentang fajar dan Rembulan, muda-mudi yang mengalami persekongkolan semesta sehingga mereka saling mencintai yang entah di kemudian hari akan berakhir seperti apa.
***
            Dalam satu dimensi ruang dan waktu, di sebuah gedung megah tiga tahun silam.  Jakarta dengan segala hiruk-pikuk, dengan segala cita-cita yang menggantung di langit kota, juga dengan segala keriuhan yang meramaikan seisi kota. Dan di antara hiruk-pikuk itu, di antara jutaan cita-cita yang menggantung, serta di antara segala keriuhan itu, seorang pemuda berdiri di depan sebuah gedung megah yang terletak di tengah kota Jakarta. Berdiri dengan cemas, takut bercampur malu, berkeringat tangan di jemari. Aduhai, gadis itulah penyebabnya. Gadis itulah yang menjadi sumber kecemasan pemuda itu sekaligus menjadi muasal semua cerita.
***
            Di hadapan Fajar, seratus meter dari posisi Ia berdiri, terlihat seorang gadis yang begitu jelita dengan bola mata menawan yang juga menatap ke arahnya. Hari itu benar-benar hari yang beruntung sekaligus nelangsa bagi Fajar setelah edaran pandangannya  berhenti di satu titik dan diam di situ dalam waktu yang lama. Titik itu tentu saja seorang gadis bernama Rembulan. Fajar untuk kali pertama menemukan sosok jelita itu di antara ratusan peserta seminar ‘berburu meraih beasiswa luar negeri’. Seminar megah ini menyedot begitu banyak peserta yang berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia dan berbagai Universitas dengan tujuan yang sama, apalagi kalau bukan untuk  membekali diri dan mengintip peluang untuk kuliah di luar negeri. Maka dari sekian ratus peserta yang datang, mari fokuskan pembicaraan kita pada dua sejoli yang menjadi tokoh utama pada cerita ini, dialah Fajar, Mahasiswa UIN Jakarta yang menetap di Tangerang dan Rembulan, mahasiswi Universitas Andalas yang jauh-jauh datang dari Bukittingi hanya untuk menghadiri seminar ini.

Atas Pilihanmu, Aku Baik-baik Saja

Tak ada yang salah atas pilihan
Pilihan untuk menerima atau menolak
Pilihan untuk pergi atau menetap
Bahkan pilihan untuk menyambut atau mengabaikan

Aku baik-baik saja
Sebaik kemantapan hatimu atas pilihanmu
Aku baik-baik saja
Sama baiknya seperti saat kita belum saling mengenal
Aku baik-baik saja
Selama kebahagiaan adalah muara putusannmu

Menyoal Aksi ‘Kutu loncat’ Jokowi



            Jika kita bertanya tentang siapa tokoh fenomenal dan popular di negeri ini dalam 2 tahun terakhir, barangkali sosok bernama Joko Widodo  atau yang kerap disapa Jokowi layak dikedepankan sebagai jawaban dari pertanyaan tersebut. Bagaimana tidak, tentu kita semua masih ingat siapa Jokowi  delapan tahun silam?. Kala itu Jokowi hanyalah seorang Wali kota Solo. Setelah memulai karier politik sebagai Walikota Solo, Jokowi kemudian melesat menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan saat ini, seorang Jokowi berpeluang melenggang mudah menuju Istana Presiden sebagai orang nomor satu di negeri ini.
            Publik tentu masih mengingat dengan baik tentang kiprah politik Jokowi yang melesat sedemikian cepat. Jika dirunut dari awal, tahun 2005 Jokowi resmi menjabat sebagai Wali kota Solo berdampingan dengan  F.X. Hadi Rudyatmo sebagai Wakil Wali kota. Memimpin kota Solo pada periode pertama, Jokowi-Rudy sukses mengubah wajah kota Solo menjadi lebih baik, dengan menata para pedagang kaki lima, membenahi transportasi, pembenahan pasar tradisional dan ruang terbuka hijau serta berbagai kebijakan lainnya sehingga Kota Solo menjadi sangat tertib dan nyaman.  Bahkan, solo memiliki Branding “The Spirit of Java.

Mengapa tak katakan saja!



Mengapa tak katakana saja!
Saat kau  mendambanya
Dia yang menawan
Namun terlalu tinggi bagimu
Hingga tanganmu tak mampu menggapai

Mengapa tak katakana saja!
Saat kau memimpikannya
Dia yang indah
Namun terlalu semu bagimu
Hingga mimpimu hanyalah sebatas angan

Mungkin saja Cinta



Mungkin saja cinta
Saat matamu dan mataku berada
Dalam kelopak yang berbeda
Namun lebur dalam tatapan yang sama

Mungkin saja cinta
Saat mulutmu dan mulutku berada
Dalam raga yang berbeda
Namun  kerap mengucap doa yang sama

Mungkin saja cinta
Saat hatimu dan hatiku bertahta
Dalam tubuh yang berbeda
Namun riuh dalam gejolak rasa yang sama

Implikasi Revolusi Teknologi Komunikasi Bagi Masyarakat Indonesia dan Hubungannya dengan Dunia Global



BAB 1
PENDAHULUAN

Revolusi adalah perubahan besar yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Salah satunya dikemukakan oleh Dissayanake (1983) yang mengartikan Revolusi komunikasi sebagai peledakan atau (eksplosi) teknologi komunikasi, seperti terlihat melalui peningkatan penggunaan satelit, mikro-prosessor, komputer, dan pelayanan radio bertahap tinggi, dan perubahan yang terjadi sebagai konsekuensi yang ditempa dalam sosial, ekonomi, politik, kultural dan gaya hidup manusia.Revolusi teknologi komunikasi bagi masyarakat indonesia adalah suatu hubungan perkembangan teknologi komunikasi dengan gejala globalisasi. perkembangan yang dinamakan revolusi komunikasi merupakan bagian dari serangkaian perubahan yang telah berlangsung dalam sejarah kehidupan manusia selama ini. Memang banyak hal yang menandai kemajuan kehidupan dewasa ini, namun semua pihak sepakat bahwa hal yang paling mencolok dari perkembangan itu adalah kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi. Oleh karena itu hasil yang juga amat mencolok dewasa ini ialah tersedianya berbagai  sumber-sumber atau resources informasi dan komunikasi yang amat luas yang pernah dipunyai oleh umat manusia sepanjang sejarah.Revolusi teknologi bagi masyarakat adalah Perubahan yang terjadi di bidang komunikasi, dimulai dari bentuk komunikasi yang sederhana sampai pada komunikasi elektronik.

Terjadinya revolusi teknologi komunikasi tentu berdampak besar  bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat global. Untuk itu, pemakalah akan mempresentasikan dampak atau Implikasi Revolusi Teknologi Komunikasi Bagi Masyarakat Indonesia dan Hubungannya dengan Dunia Global



BAB 2
PEMBAHASAN

A.  Implikasi Revolusi Teknologi Komunikasi Bagi Masyarakat Indonesia

Gejala mendunianya segala sesuatu dalam perkembangan kehidupan dewasa ini disebut globalisasi. Ciri utamannya bahwa sekarang ini, setiap kejadian atau perkembangan disuatu tempat di salah satu belahan dunia bisa langsung segera menimbulkan pengaruh pada belahan dunia yang lain dalam waktu yang tidak lama. Perkembangan globalisasi ini bagaimana pun adalah produk dari revolusi komunikasi. Segala sesuatu di abad sekarang ini mungkin dan dapat menggejala seluas jagat. Orang pun mulai mencetuskan tentang dunia tanpa batas (borderless world). Karena pada hakikatnya apa yang terjadi disuatu negara segera diketahui atau disaksikan oleh seluruh bangsa yang bersangkutan bahkan oleh seluruh warga dunia.

Hakikat dan Landasan Komunikasi Manusia



BAB I
PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi.
Manusia tidak dapat tidak melakukan komunikasi, karena manusia memiliki perasaan dan pikiran yang harus disampaikan kepada manusia lainnya dalam bentuk pernyataan. Tanpa komunikasi, tidak akan ada proses interaksi dan proses pemindahan pesan serta tidak akan terjadi hubungan sosial antar sesama manusia. Itulah sebabnya komunikasi merupakan kebutuhan vital bagi manusia. Dan proses komunikasi akan terus- menerus berlangsung selama manusia hidup.
            Menyadari betapa pentingnya komunikasi bagi manusia, maka penulis akan membahas hakikat dan landasan komunikasi manusia serta hubungan komunikasi antar manusia.

menebang Pohon kemusyrikan

Alkisah, ada seorang laki-laki yang sudah tak tahan lagi melihat kemusyrikan di kampungnya. setiap hari ia selalu melihat tetangga dan seluruh warga kampungnya memberikan sesajen (persembahan untuk makhluk halus) disebuah pohon besar yg terletak dekat area pemakaman.

          Kemarahannya semakin menjadi-jadi tatkala semua warga percaya bahwa jin yang menghuni pohon besar itu membawa kekayaan & keberuntungan, bahkan ada yang berpendapat jika warga kampung tidak memberikan sesajen, maka jin itu akan marah & menjadikan semua warga kampung terkena bencana. Akhirnya laki-laki tersebut memutuskan untuk menebang pohon besar yang dipercaya dapat memberi kekayaan itu dengan maksud membumihanguskan kemusyrikan yang sudah sedemikian parah melanda warga di kampungnya.

Extraordinary-nya wanita yang merokok



Judulnya sih agak kontroversial, barangkali sekontroversial pembahasannya, tetapi jangan buru-buru berhenti membacanya ya readers. Utamanya, untuk para wanita kece, cewek sporty dan berjati diri anak GAUL yang suka menikmati benda berasap yang satu itu.

Merokok, adalah sebuah rutinitas dan aktivitas yang lazim bahkan popular di Republik kita tercinta ini. Mudah saja membuktikan anggapan tersebut, lihat saja siapa orang-orang terkaya di negeri ini, tak lain adalah pemilik perusahaan rokok. Konsumsi rokok di negeri ini  pada tahun 2012 saja sudah mencapai 302 miliar batang per tahun. "Bisa diibaratkan setiap mulut orang Indonesia dipenuhi 1.250 batang rokok, termasuk yang baru lahir," sungguh extraordinary. Rokok sudah menjadi lifestyle bagi semua kalangan usia baik orang dewasa, remaja bahkan anak anak  dan juga menjadi candu yang syahdu untuk lelaki maupun WANITA.

Belajar Ikhlas Dari peristiwa koin penyok



Seorang laki-laki hendak pergi mencari pekerjaan karena sudah lama ia menganggur. Di tengah perjalanan, laki-laki tersebut menemukan sebuah koin kuno yang keadaanya tak lagi bulat sempurna, penyok dan lusuh sekali, namun sepertinya koin itu adalah mata uang peninggalan zaman dahulu yang bisa diperkirakan terbuat dari logam mulia. 

Ah mungkin dengan menukarkan koin ini ke bank, aku akan mendapatkan uang” gumam laki-laki itu dalam hati. Sesampainya di bank, teller bank mengatakan, “maaf pak kami tidak bisa menerima koin kuno ini. Bagaimana kalau koin ini ditukarkan saja ke kolektor barang-barang kuno, mungkin koin ini bisa dihargai mahal”. Laki-laki tersebut menerima saran teller bank tadi dan bergegas menukarkannya ke kolektor barang-barang antik. Ternyata koin penyok itu dihargai 20 U$ Dollar oleh sang kolektor.

Setelah mendapat uang 20 U$ dollar, laki-laki itu bergegas pulang untuk menemui istrinya dan berbagi kebahagiaan dengan uang yang didapatnya, namun ditengah perjalanan pulang, ia melihat kayu di sebuah toko kosen, ia terpikat melihat keindahan kayu itu dan berhasrat untuk membelinya. Kebetulan harganya 20 U$ dollar,

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme