Mengapa tak katakan saja!



Mengapa tak katakana saja!
Saat kau  mendambanya
Dia yang menawan
Namun terlalu tinggi bagimu
Hingga tanganmu tak mampu menggapai

Mengapa tak katakana saja!
Saat kau memimpikannya
Dia yang indah
Namun terlalu semu bagimu
Hingga mimpimu hanyalah sebatas angan


Mengapa tak katakana saja!
Saat kau mengiginkannya
Dia yang mempesona
Namun tak pernah bisa diam
Hingga kakimu tak sanggup untuk mengejar

Mengapa tak katakana saja
Saat kau mencintainya
Dia yang  mengagumkan
Namun tak terbaca hatinya
Hingga hatimu tak mampu menerka perasaannya

Mengapa tak katakana saja!
Jika memang kau mendambanya
Barangkali saja
Saat tanganmu tak bisa menggapai
Namun lisanmu mampu membuatnya bisa dijangkau

Mengapa tak katakana saja!
Jika memang kau memimpikannya
Barangkali saja
Dia yang hanya mimpi itu
Mampu menjadi nyata
Karena lisanmu

Mengapa tak katakana saja!
Jika memang kau menginginkannya
Barangkali saja
Saat kakimu tak bisa mengejar
Namun lisanmu bisa berteriak
Hingga memaksanya untuk berhenti
Dan diam di situ.

Mengapa tak katakana saja!
Jika memang kau mencintainya
Barangkali saja
Saat hatimu tak bisa membaca perasaanya
Namun lisanmu mampu membuatnya menjadi jelas terucap

Maka katakanlah!
Nyatakan padanya
Karena hanya dengan mengatakannya
Semua rahasia hati, gugup, cemas, harap dan doa
Akan menemukan muaranya
Akan menemukan jawabannya.

Abdurahman El-farizy
Poris Batuceper, 04, bulan 3 tahun 2014

0 Response to "Mengapa tak katakan saja!"

Posting Komentar

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme