• Imagen 1 Resensi Negeri 5 Menara
    Tidaklah sulit mengenali sebuah novel berkualitas. Sebuah logo pada sampul depan bertuliskan BEST SELLER dan berbagai opini positif dari para tokoh terkenal

Seharusnya kita Bahagia Sekarang



Seharusnya kita sedang bahagia sekarang, menjalani kehidupan yang menyenangkan karena telah dibersamakan..

Seharusnya, aku yang menemanimu sekarang. Melewatkan momen-momen apa saja, membicarakan apa saja sampai larut malam. Sampai salah satu dari kita dihajar rasa kantuk yang membuat mata terpejam, lalu terbangun ketika sudah pagi. Dan wajahmu, adalah wajah yang kulihat pertama kali saat aku terbangun.

Seharusnya, kamu yang setiap pagi menyiapkan sarapan untukku. Tidak perlu yang terlalu mewah, cukup nasi goreng telur dadar. Asalkan kamu yang membuatkannya, aku akan lahap menghabiskannya.

Seharusnya, senyummu adalah senyum satu-satunya yang akan membuatku selalu berdebar. Ketika sibuk bekerja, ketika sibuk melakukan apa saja, kemudian teringat senyummu  mengunjungi kepala. Membuatku selalu cepat-cepat ingin pulang.

Seharusnya, kamu adalah satu-satunya yang kuajak bicara tentang berapa anak kita nantinya. Tentang seperti apa bentuk rumah kita. Seperti apa konsep pernikahan kita. Dan apa saja yang ingin kita capai berdua di masa tua. Seharusnya.

Seharusnya kita menjadi pasangan yang berbahagia di dunia, atau aku yang paling berbahagia di antara kita berdua. Seharusnya.

Cerah dalam Cinta



Judul buku       : Cerah dalam Cinta
Penulis             : Arian Abdurahman
Penerbit           : Oksana
Harga               : Rp. 40..000

Cara memesan buku Cerah dalam Cinta (CDC)

  • Kirimkan SMS/WA ke 0838 7884 5946, sebutkan jumlah buku yang dipesan NAMA, dan ALAMAT. Contoh SMS: Pesan 3 buku CDC, pemesan Riski, Alamat Jl. Lembang VII, RT 01/05, Ciledug, Tangerang
  • Kami akan reply berisikan total harga buku+ongkos kirim (kami menggunakan paket reguler JNE). Umumnya, 1 kilogram bisa untuk 4 buku, pemesanan 1 buku tetap dianggap 1 Kg (dibulatkan pihak JNE). Untuk memudahkan perhitungan, maka kami selalu memakai patokan 4 buku = 1 kg. Agar ongkirnya efisien, kami selalu menyarankan pesan dengan kelipatan 4 buku.
  • Setelah menerima sms konfirmasi, Pemesan melakukan transfer sesuai sms yg kami kirimkan ke Bank BRI, rek: 1511-01-004831-50-0 a.n. Abdurahman atau BSM (syariah Mandiri) 704-2075-358, a.n. Abdurahman 

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya. (Tere Liye, Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah)

Setiap kisah cinta kita adalah spesial, meski didalamnya dibumbui dengan patah hati, terlukai, menunggu, berharap, dan segala luapan perasaan cemas. Dalam kondisi bagaimana pun, kita selalu punya kesempatan memiliki kisah cinta yang agung, kisah cinta yang spesial sepanjang kita mau memiliki pemahaman yang baik. Sepanjang kita terus-menerus berusaha memperbaiki diri.

Cerah dalam Cinta adalah buku kumpulan kisah tentang cinta. Cinta yang mengharu biru, cinta yang sederhana, cinta yang berujung luka sekaligus bahagia, hingga cinta yang mendewasakan, menguatkan, dan mendatangkan keikhlasan.

Sebelum Sejauh Matahari, Kita Pernah Sedekat Nadi



Aku rindu kamu yang dulu.
Iya, yang dulu merajuk ketika aku lupa menghubungimu. Kadang kesibukan membuat aku lupa meneleponmu, mengirim whatsapp atau BBM. Tetapi tidak sampai membuatku lupa untuk mencintaimu. Itu yang tidak kamu tahu.

Aku rindu kamu yang dulu.
Yang diam-diam maupun secara terang-terangan mencari perhatianku. Tidak masalah, momen itu justeru yang selalu kutunggu. Ketika kamu bertanya sedang apa? Sudah makan? Sibuk apa hari ini? bisa ketemuan nggak? Adalah rentetan pertanyaan basa-basi namun efeknya selalu membuatku senang tak terbilang.

Kalau saja Ada Kamu

Meski tanpa kamu, aku masih bisa menikmati soto ayam kesukaanku dengan lahap hingga terasa begitu mengenyangkan setelah menghabiskannya.

Meski tanpa kamu, aku masih bisa menonton Indonesia Lawak Klub hingga tertawa sampai berurai air mata. Menikmati kelucuan yang tersaji ditemani secangkir kopi hitam, lalu menyeruputnya dengan penuh ketenangan.

Meski tanpa kamu, bahkan aku masih bisa bepergian, mendaki gunung, menyusuri pantai, dan ke mana saja mengitari tempat yang aku suka sampai semuanya terasa sangat memuaskan.

Siapa yang tidak jatuh cinta kepada Bapak Presiden?



Siapa yang tidak jatuh cinta kepada Bapak Presiden? Untuk menjenguk sang anak yang diwisuda, beliau rela menggunakan pesawat umum. Padahal, bisa saja beliau menggunakan pesawat kepresidenan yang mewah itu. Apa salahnya? Mengahdiri wisuda merupakan momen prestisius, bukan?

Siapa yang tidak jatuh cinta kepada Bapak Presiden? Mengenakan kemeja putih sederhana dengan ciri khas lengan tergulung layaknya sang pekerja yang begitu militan. Padahal, yang kami tahu, untuk kelas Presiden, pakaian necis dan jas mewah serta dasi mahal adalah ciri khas ideal untuk seorang Presiden pada umumnya.

Siapa yang tidak jatuh cinta kepada Bapak Presiden? Blusukan ke daerah mana saja yang terpencil sekali pun. Memanjat tower di pulau sebatik, menerabas banjir ibu kota dengan berjalan kaki menggulung celana, hingga berjibaku mencari korban longsor di tumpukan tanah bercampur lumpur di Banjarnegara.

Setidaknya Aku Pernah


    Aku bahagia, teramat bahagia meski kita tidak pernah benar-benar bersama.
Setidaknya aku pernah di sampingmu, menemanimu bercerita berlama-lama. Setidaknya aku pernah berjalan bersisian denganmu untuk menuju tempat yang sama, berbicara sepanjang jalan hingga tak terasa yang kita tuju telah ada di depan mata.

    Aku pun bahagia, bahkan efek bahagianya masih terasa hingga hari ini. ketika aku pernah membuatmu tertawa lepas saat aku menggodamu sambil bercanda. Setidaknya aku pernah membuatmu tertawa sesenang itu. Setidaknya aku pernah menciptakan satu hari spesial untukmu waktu itu. Yang paling penting dari itu semua, setidaknya aku pernah tahu satu hal tentang perasaanmu kepadaku ; kamu mencintaiku saat itu.

    Kamu mungkin tidak akan datang lagi, sekarang atau pun nanti. Aku pun harus mengikhlaskan kamu pergi sambil berusaha terus memperbarui hati. Tetapi untuk urusan yang satu ini, aku masih terbata-bata melakukannya. Bagaimana mungkin aku mudah melakukannya? Apalagi saat sedang sendirian, pasti ingatan tentangmu tiba-tiba mengunjungi kepala. Anehnya, peristiwa seperti ini selalu saja menimbulkan efek yang membuatku tersenyum begitu saja.

Memorable Moment with Mei


Kamu apa kabar? Iya kamu, Mei. Masihkah kamu baik-baik saja di sana? Atau justeru semakin baik setelah tidak bertemu denganku lagi.  

Aku mengerti, Mei. Sudah bukan waktunya lagi aku berbicara tentang rindu, cinta, dan segala luapan perasaan kepadamu. Aku juga paham, sungguh sangat paham bahwa sebaiknya aku tak lagi memikirkanmu, bahkan hanya untuk sekadar mengingatmu sesekali. Tetapi, Mei. Sejujurnya aku kangen kamu.

Iya. Aku pernah berusaha sekuat tenaga membunuh segala kenangan indah yang pernah kita lalui berdua. Aku sudah menyibukkan diri dengan melakukan apa saja. Sudah nongkrong bersama teman-teman. Sudah juga mendaki gunung dan melakukan apa saja yang sekiranya bisa mendelete ratusan gigabyte memori tentangmu. Tetapi, Mei. Aku tak bisa terus berpura-pura mampu melupakanmu. Kadang, saat aku sedang minum kopi hitam sendirian, aku teringat kita sedang ngobrol berdua. Saat aku melewati kedai favorit kita, tiba-tiba aku teringat kita pernah menghabiskan waktu di sana. Aku memesan cappuccino dan kamu memesan pancake durian kesukaanmu. Di kedai itu, kita bercerita apa saja, menertawakan apa saja. Bercengkerama dalam balutan senja yang memesona.  Satu yang kemudian kusadari, setiap kebersamaan denganmu entah kenapa secara otomatis terekam di kepala. Memang benar apa yang banyak orang katakan, kita akan sulit melupakan momen istimewa bersama orang yang spesial. Apalagi jika momen itu istimewa karena kita sedang jatuh cinta. Dan pendapat itu benar sekali. Semakin aku berusaha melupakanmu, semakin banyak memori manis yang kuingat bersamamu. Seperti ingin menuju ke barat, tetapi langkahku malah asyik ke arah timur.

Bahagia itu Sederhana


Bahagia itu sederhana
Sesederhana sapamu setiap pagi, yang menjadi pertanda bahwa kita akan terus bercengkrama sepanjang hari. Dan kita lupa menghentikan percakapan-percakapan ini sampai kemudian hari esok datang lagi.

Bahagia itu sederhana
Sesederhana kamu yang mengingatkanku, “jangan lupa makan, ya”.  Yang pesan itu kuartikan sebagai tanda bahwa kamu  menginginkan aku tetap baik-baik saja.

Bahagia itu sederhana.
Sesederhana kalimat yang kamu ucapkan padaku tadi malam, “selamat tidur, mimpi indah ya”. Yang efeknya membuat tidurku dipenuhi mimpi-mimpi menakjubkan ; mimpi tentangmu salah satunya.

Hingga Akhirnya Ada Dia



Aku sudah lupa bagaimana rasanya menunggu seseorang di depan pintu rumahnya. Berdiri dengan sabar, sambil berharap ia keluar dengan anggunnya, untuk kuajak pergi bersama. Menggandeng tangannya, yang efek bahagianya merembet sampai ke hati.

Aku sudah lupa bagaimana rasanya menatap mata seseorang, kemudian ia balas menatap dengan tatapan penuh arti. Lalu setelahnya, kami sama-sama saling melempar senyum. Iya. Siapa yang tidak tersenyum begitu saja jika dihujam tatapan seperti itu?

Aku sudah lupa tentang suara merdu dari seberang telepon yang berbunyi, “selamat pagi, kamu. Udah sarapan? Sarapan apa hari ini?”. seseorang yang seolah tidak ada lelahnya memberi perhatian, pagi, siang, malam. Seseorang yang selalu berusaha memastikan, –aku tetap baik-baik saja.–

Aku sudah lupa rasanya berjalan bersisian, bergandeng tangan, tanpa suara, namun ada perasaan yang sangat menyenangkan di dada.

Yang Membuatmu Nyaman, Belum Tentu Mencintaimu



            Aku paham, bagaimana bahagianya kamu saat pergi bersamanya. Setelahnya, kamu bercerita padaku bahwa baru saja dia mengajakmu pergi entah kemanalah yang tentu saja berhasil  membuatmu berbinar bahagia. Aku pun mengerti, bagaimana menyenangkannya perasaanmu saat bisa berlama-lama berbincang apa saja dengannya. Karena yang aku tahu, dia selalu bisa membuatmu tertawa. Dia selalu sukses  membuatmu lupa waktu, sehingga obrolan tiga jam hanya terasa seperti lima menit saja. Aku tahu. Tahu semua limpahan perasaanmu kepadanya. Kau mencintainya, bukan? Dia yang menurutmu baik hati, dia yang katamu selalu bisa membuat suasana nyaman, dan dia yang memang sudah membuat hatimu jatuh ke dalam dekapannya. Dari mana aku tahu semuanya? Tentu saja dari ceritamu, dari binar matamu, dari gerak-gerik sikapmu, hingga dari suara hatimu yang bisa kutangkap.

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme