Jodoh di Tangan Siapa?
Pernahkah
anda berpikir siapakah yang akan menjadi jodoh anda?, atau ketika anda bertemu
dengan seseorang yang menawarkan kedamaian dan kenyamanan di hati anda, lalu
anda bertanya-tanya dalam hati, mungkinkah dia jodoh ku?
Jodoh
adalah perkara yang menjadi kegalauan banyak orang. Bagi orang-orang yang
masih single, mereka pasti akan cemas menanti jodoh yang terbaik baginya. Pun
sama halnya bagi mereka yang telah menikah, mungkinkah mereka menikah dengan
jodohnya (belahan jiwanya) atau bukan?. Lalu, mereka yang galau karena salah
memilih jodoh mencoba mendamaikan hatinya dengan berkata, “Jodoh di tangan
Tuhan”.
Benarkah
jodoh di tangan Tuhan?, jika benar, mengapa banyak orang yang tidak bahagia
dengan jodoh yang dipilihkan Tuhan untuknya?. Mengapa banyak pernikahan
yang diwarnai dengan perselingkuhan dan perceraian padahal pernikahan
tersebut adalah keputusan dari Tuhan? Dan mengapa banyak orang yang mengeluh
karena telah menikahi orang yang salah?, berarti itu sama artinya dengan
menyalahkan keputusan Tuhan terhadap jodoh yang dipilihkan
kepadanya.
Perspektif Cinta dari Mario Teguh
Cinta adalah dorongan tidak logis yang mengharuskan kita dekat dan memiliki objek dari kecintaan kita. Karena semua ini adalah mekanisme yang dibangun Tuhan agar kehidupan berlangsung. Karena jika sudah tertarik seperti itu, laki-laki dan wanita tidak lagi memilih.Saat dimana kita jatuh cinta akan terasa sesuatu yang indah, nyaman dan penuh warna. Lalu menggunakan kekuatan yang sama dalam pengertian2 yang baru, untuk menjadikan kita pribadi yang hidup dalam kecintaan yang menghebatkan hubungan kita dengan orang lain.
Resensi : Negeri 5 menara
Santri pedalaman menembus Trafalgar
Judul Buku : Negeri 5 Menara
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : V, Februari 2010
Tebal : iii + 422 halaman
Penulis : A. Fuadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan : V, Februari 2010
Tebal : iii + 422 halaman
Tidaklah sulit mengenali sebuah novel berkualitas. Sebuah logo pada sampul depan bertuliskan BEST SELLER dan berbagai opini positif dari para tokoh terkenal yang mencerminkan ketakjuban pada novel tersebut adalah bukti sahih kualitas novel Negeri 5 Menara. Novel besutan A. fuadi ini berkisah tentang tokoh sentral bernama Alif Fikri, anak maninjau yang harus rela melanjutkan sekolahnya disebuah pondok pesantren nun jauh di pedalaman ponorogo jawa timur, pondok Madani (PM).
Filosofi Cinta
Satu hari, Plato bertanya pada gurunya,
“Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana.
Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,
kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta”
Mencontoh Kepemimpinan dari Rasulullah
2/08/2011 03:21:00 PM
Kamu dan secangkir kopi sastra
, Posted in
Kepemimpinan
,
Rasulullah SAW
,
0 Comments
Akhir-akhir ini kita sering dikejutkan dengan demo anti-pemerintah di berbagai Negara. Entah itu Mesir, Tunisia, Yaman dan Negara-negara arab lainnya, mungkin saja peristiwa demonstrasi anti pemerintah ini akan meluas hingga ke belahan dunia lainnya. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa begitu banyak rakyat menentang pemerintahan di negaranya atau lebih tepatnya meminta kepala Negara mereka untuk lengser dari jabatannya. Fenomena yang sangat jelas adalah ketika jutaan rakyat mesir melakukan pergolakan melawan pemerintah dengan tujuan meminta presiden Mubarak untuk mundur dari jabatannya serta rakyat Tunisia yang menuntut mundurnya presiden mereka, Ben Ali.
Jadilah Dirimu Saja
Tak usahlah kau menjadi jalan raya
Jadilah jalan setapak saja
Jalan setapak yang membentang menuju sumber mata air
Sumber mata air yang mampu hilangkan segala dahaga
Tak usahlah kau menjadi lautan
Jadilah setetes embun saja
Setetes embun yang tak pernah lupa menyambut pagi
Setetes embun yang memberi air kehidupan pada rerumputan
Jadilah jalan setapak saja
Jalan setapak yang membentang menuju sumber mata air
Sumber mata air yang mampu hilangkan segala dahaga
Tak usahlah kau menjadi lautan
Jadilah setetes embun saja
Setetes embun yang tak pernah lupa menyambut pagi
Setetes embun yang memberi air kehidupan pada rerumputan
Biarin
kamu bilang hidup ini brengsek. Aku bilang biarin
kamu bilang hidup ini nggak punya arti. Aku bilang biarinkamu bilang aku nggak punya kepribadian. Aku bilang biarin
kamu bilang aku nggak punya pengertian. Aku bilang biarin
habisnya, terus terang saja, aku nggak percaya sama kamu
Tak usah marah. Aku tahu kamu orangnya sederhana
cuman, karena kamu merasa asing saja makanya kamu selalu bilang seperti itu.
Muhasabah Cinta
ia menjadi jingga
sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, merah, dan biru
sebagaimana kau menginginkannya
cinta bagiku
tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kemarahan dan kasih sayang
cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita
pada angan-angan dan mimpi yang abadi
Untukmu Mujahidahku
Maafkan
jika aku lancang menuliskan ini untukmu. Entah apa yang membuatku begitu berani
menggoreskan kata demi kata untuk seseorang yang mungkin menganggapku asing
baginya. Aku memang asing bagimu, namun perlu kau tahu bahwa aku begitu mengenalmu karena kau seolah-olah wujud dalam diriku sejak dulu & Allah telah meneguhkan hatiku untuk mengenalmu.
Tentu kau percaya
bukan, bahwa Allah begitu maha kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada keraguan
sedikitpun atas-Nya, dan karena kekuasaanya jualah perlahan Allah yang maha
bijaksana meyakinkanku bahwa kaulah mujahidahku, mujahidah yang akan berjuang
bersamaku dan setia menemaniku baik dikala suka maupun duka mengarungi samudera
kehidupan dengan kapal yang telah kubuat.
Langganan:
Postingan (Atom)












