Tentang kamu dan Secangkir Kopi Sastra



Ah iya, sebelumnya salam kenal dan selamat datang di blog ini. dan tentu saja terima kasih atas kesediaan para pembaca untuk datang ke sini (untuk membaca, berkomentar, maupun sekadar mengisi buku tamu). Bagi saya, kunjungan anda selalu punya makna. Semoga saja, setelah anda datang kesini, blog ini pun mampu memberikan makna bagi anda semua. Semoga
            Ini adalah pertama kalinya saya membuat tulisan yang ‘Pure’ saya buat untuk pembaca. Saya merasa perlu menulis ini dengan maksud sederhana ; membuat kita menjadi lebih dekat,juga untuk menjawab beberapa rasa penasaran yang mungkin terlintas dipikiran anda setelah membaca tulisan saya, atau bisa juga tulisan ini menjadi momen spesial untuk kita saling berinteraksi.

            Blog ini sebelumnya bernama Abdurahman Corner,  dan satu bulan yang lalu blog ini resmi berganti nama menjadi KAMU DAN SECANGKIR KOPI SASTRA. Mengapa namanya berubah? Alasannya sederhana, saya ingin membuat blog ini menjadi lebih universal dan tidak individualis. Bayangkan saja, sebuah nama Abdurahman Corner diambil dari nama saya sendiri, sehingga seolah-olah blog ini terkesan hanya untuk saya sendiri. Padahal setiap hari berbagai kalangan bahkan dari berbagai Negara menyempatkan untuk berkunjung ke sini.  Untuk itulah saya mengubah namanya menjadi “Kamu dan Secangkir Kopi Sastra”. Nama ini muncul begitu saja, entah terinspirasi dari mana. Tapi semoga saja nama ini menjadi lebih enak didengar, dan memunculkan kesan bahwa blog ini di buat memang untuk kamu (red : seluruh pembaca semua).
            Beberapa orang bertanya, apakah puisi dan kisah-kisah fiksi (terutama tentang cinta) yang saya tulis dalam blog ini terinspirasi dari kisah nyata yang saya alami sendiri . jawabannya, tentu saja tidak. Jika memang ada yang nyata, barangkali yang nyata adalah feelnya bukan kisahnya. Saya hanya membayangkan sebuah cerita yang  jika jalannya seperti ini, maka endingnya seperti ini (menggabungkan antara imajinasi dengan rasionalitas). Bagi saya, sebuah cerita fiksi haruslah tetap fiksi. Bahkan, dalam setiap cerita nyata sekalipun, bukankah selalu ada bumbu-bumbu fiksi yang membuatnya menjadi lebih menarik?. Maka saya berharap anda tidak merasa kecewa andainya kisah yang saya tulis itu ternyata hanya fiksi bukan sungguhan. Jika pun sungguhan terjadi, mungkin yang mengalaminya adalah orang lain, tidak pure dialami penulis.
            Pertanyaan lainnya ialah siapakah sosok KAMU yang sering disebutkan dalam banyak tulisan saya? Jawabannya tentu bisa siapa saja. Iya. Kisahnya saja sudah fiksi, tentu saja kamu-nya juga bisa siapa saja atau justeru bukan siapa-siapa. Maka tidak perlu dipikirkan juga tidak perlu berspekulasi tentang siapa sosok KAMU dibalik tiap kisah yang saya tuliskan. Malah ke depan saya berencana akan menuliskan banyak cerita yang menggunakan monolog aku-kamu. Pertanyaan lainnya, kenapa harus kamu? Kenapa tidak menggunakan kata ganti dia atau –nya? Lagi-lagi jawabannya sederhana, saya ingin membuat pembaca seolah-olah terlibat dalam setiap cerita yang saya tulis. Dengan menggunakan kata ganti kamu, maka seolah-olah saya seperti mengajak pembaca menjadi lawan bicara, bukan? Itulah alasan saya menggunakan kata kamu. Dan semoga tidak ada yang keberatan atas hal ini.
            Ah iya, blog ini juga tentu saja tak hanya akan melulu berisi cerita cinta yang mengharu-biru, puisi cinta yang melankolis atau melulu tentang sastra saja. Tulisan bernas yang berisi tentang politik, sosial, budaya dan agama tentu masih akan terus hadir di laman “Kamu Dan Secangkir Kopi Sastra”. Maka, jangan pernah bosan ya untuk datang ke sini!. Tetaplah menjadi pembaca setia. Tetaplah menjadi tamu yang menyenangkan yang bersedia memberi komentar, saran dan kritik yang membangun. Saya sangat senang andainya pembaca bersedia menjadi followers, tapi jika tidak, saya pun tetap senang. Salam hormat dari saya. Jika masih ada pertanyaan yang mengganjal atau mengganggu pikiran. Anda bisa menanyakannya di kolom komentar atau di buku tamu. Niscaya akan saya jawab. Terima kasih karena telah datang dan menjadi pembaca yang menyenangkan.. Salam.

                                                                                                Abdurahman El-Farizy

0 Response to "Tentang kamu dan Secangkir Kopi Sastra"

Posting Komentar

| Blogger Template by BloggerTheme powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme